Pages: [1]
  Print  
Author Topic: "Wealth Strategy ala Kiyosaki" (tulisan #2) =>> was: Usaha Kecil - BAKMI, Sendir  (Read 582 times)
0 Members and 1 Guest are viewing this topic.
budi_rachmat
Newbie
*

Karma: 0
Posts: 10


View Profile
« on: March 16, 2007, 11:27:10 PM »

-----Original Message-----
From: Budi Rachmat [mailto:budi_rachmat@yahoo.com]
Sent: Tuesday, May 09, 2006 3:01 PM
To: Budi Rachmat
Subject: "Wealth Strategy ala Kiyosaki" (tulisan #2) =>> was: Usaha Kecil - BAKMI, Sendiri Vs Franchise

Pak Freddy,

Liat sharing pandangan saya di bawah.

Ini adalah lanjutan dari tulisan saya yang lalu...., yaitu
3. “Time and Risk Management” atau kuadran E,S,B,I-nya Robert T.Kiyosaki.
Intinya:
- bagaimana agar “waktu” yang kita miliki dapat memberikan hasil (finansial) yang efektif (maksimal).
- bagaimana meminimalkan resiko kehilangan income.

==========================================

   Date: Wed, 26 Apr 2006 09:27:55 +0700
   From: "Antara Consulting - theANTARA.com"
<antara01@indosat.net.id>
Subject: Usaha Kecil - BAKMI, Sendiri Vs Franchise

Dear Rekans,

Kami ingin memulai usaha Kedai Bakmi Ayam, kami
memiliki Lokasi yang strategis.

Mohon bantuan Rekans bila ada informasi peluang bisnis
franchise atau sejenisnya, serta CARA MEMULAI BISNIS
ini.

Terima kasih atas bantuan Rekans.

Salam,
Freddy Pieloor
===========================================

Pak Freddy dan rekan sekalian,

"Wealth Strategy ala Kiyosaki" adalah rangkuman saya terhadap isi buku2 Kiyosaki (tentunya sesuai dengan pemahaman saya), yaitu:

1. memiliki "tujuan" ber-investasi, yaitu F/F = 3PI > Expenses.
2. "Melek Finansial". Pemahaman "yang benar" mengenai Asset dan Liabiliti dan pentingnya Cashflow (daripada
capital gain).
3. "Time and Risk Management", yaitu kuadran E,S,B,I dan Active dan Passive Income.
4. Strategy ber-investasi, yaitu 3 kendaraan ber-investasi.

Point no.3 “Time and Risk Management” sudah saya bahas pada tulisan yll.....

Pada kesempatan ini yang saya mau bahas/sharing adalah;

2."MELEK FINANSIAL", yaitu
- pemahaman "yang benar" mengenai Asset dan Liabiliti dan
- pentingnya Cashflow (daripada capital gain).


2.a. Apa itu ASSET... dan apa itu LIABILITY...

Bagaimana "saya" melihat BAKMI, sebagai Usaha Sendiri vs Franchise.... dari sudut Finansial saya.....

Atau saya rubah sedikit pertanyaannya, menjadi;

Bagaimana "saya" melihat suatu bisnis (BAKMI), baik sebagai Usaha Sendiri ataupun Franchise.... dan apa pengaruhnya terhadap kondisi/posisi/laporan Finansial saya.....

Apakah suatu bisnis (BAKMI)..... adalah ASSET........Huh?? atau
Apakah suatu bisnis (BAKMI)..... adalah LIABILITY....Huh??

Dengan memahami “konsep” ini kita akan dengan SEGERA TAHU/MENGERTI manfaat dari suatu penawaran bisnis.

Sedangkan keputusan untuk.... (akhirnya) mengambil/menerima suatu penawaran bisnis tsb.... atau menolaknya... adalah soal lain. Tapi minimal kita tau.... klo keputusan “ini” saya ambil.... hasilnya (secara finansial) adalah “ini”.

Sekarang.... lupakan apa kata buku.... mengenai “description”/arti/keterangan mengenai....
apa itu ASSET... dan
apa itu LIABILITY.....
(kebetulan saya bukan berlatar-belakang Finansial.... jadi saya memang tidak tau apa “description”/arti/keterangan itu menurut buku.... he...he...he...)

Menurut Kiyosaki;
- ASSET adalah apapun (harta, pekerjaan, usaha dsb) yang MEMASUKAN UANG kedalam dompet/pundi kita.
- LIABILITY adalah apapun (harta, pekerjaan, usaha dsb) yang MENGELUARKAN UANG dari dalam dompet/pundi kita.
- Asset dan/atau Liability akan mempengaruhi langsung Income dan/atau Expenses (Cashflow = Arus-Kas) kita.

Jadi.... “apapun” (harta, pekerjaan, usaha dsb)......
bisa aja suatu saat sebagai Liability....
pada saat yang lain menjadi Asset......
tergantung.... tergantung dari.... mengeluarkan atau memasukan uang.... dari/ke dalam dompet/pundi kita pada saat itu..... mempengaruhi Cashflow kita.

Banyak WARALABA (franchise) yang ditawarkan.... banyak yang HANYA menawarkan system dan produknya saja.... sedangkan lokasinya, anda sendiri yang cari.... (walaupun nanti akan “di-approved” oleh si master franchise – pemilik waralaba).... pegawainya, anda sendiri yang cari.... (walapun nantinya akan ditraining/dididik oleh si master franchise)....
dsb.dsb.dsb....

Investasi seperti ini, pada awalnya, (hampir bisa dipastikan akan) berada di Liability....
Sudah berinvestasi....eee...
bukannya mendapatkan income (menjadi Asset)....
malahan mengeluarkan biaya (menjadi Liability)...

Investasi ini AKAN BERUBAH dari Liability menjadi Asset.....
Klo... ternyata lokasinya memang strategis....
Klo... ternyata pegawainya memang piawai......
Klo... ternyata dagangannya memang disukai....
Klo... ternyata pelanggan/pembelinya banyak...
Klo....klo...klo...klo...

LALU,
Jika “klo” tsb di atas tidak terpenuhi.... gimana...Huh?
Jika hanya 1 “klo” yang terpenuhi sedangkan yang lain tidak.... gimana...Huh?

Pasti ada yang berkilah... bahwa semua usaha pada awalnya memerlukan pengorbanan.... boleh2 aja.... sah2 aja... asal kita, sebagai investor, sadar akan hal itu..... inilah point saya yang sebenarnya...!!!

JADI, pengertian “Melek Finansial” yang pertama adalah;
- mengetahui dengan jelas apakah harta, pekerjaan, usaha kita itu adalah ASSET (menghasilkan pemasukan)
atau LIABILITY (menghasilkan pengeluaran/beban).
- mengetahui dengan jelas apa pengaruh harta, pekerjaan, usaha kita itu terhadap Cashfow kita....
apakah menyebabkan Income kita naik.... atau (malah) Expensesnya yang naik.

2.b. Cashflow (= Arus Kas), lebih penting/utama daripada capital gain.

Banyak orang yang memiliki konsep “pemasukan” dan “pengeluaran” pribadi (dan keluarga)....

Pemasukan (Income), bisanya dari gaji, bunga bank, danareksa, ngobyek dsb.dsb.dsb.
Pengeluaran (Expenses), bisanya untuk sandang, pangan, pendidikan, transportasi, listrik, telepon, kebersihan, keamanan, arisan, zakat, kewajiban dsb.dsb.dsb.

Ada yang membuat catatannya (tercatat).... tapi kebanyakan hanya membuat catatan “pengeluaran”/expenses aja....  (biasanya, karena incomenya adalah “fixed income”/gaji – karena setiap bulan jumlahnya sama besar, jadi buat apa dicatat lagi.... kaya kurang kerjaan aja dech.... he...he...he...).

Catatan pengeluaran ini ada yang;
- memang dicatat/ditulis....., atau
- sistem amplop.... amplop untuk belanjaan... amplop untuk arisan... untuk pendidikan,..... dsb.dsb.dsb.
- sistem rekening bank.... BNI, untuk cicilan rumah.... Mandiri, cicilan mobil... BCA, belanja,.... dsb.dsb.dsb.
- dll.dll.dll.

Catatan Keuangan seperti ini....
- lebih tepat disebut sebagai “catatan pengeluaran”....
- “susah” untuk di-analisa....
- lebih cocok untuk mengontrol pengeluaran....
- tidak mudah untuk melihat potensi untuk meningkatkan income....

Oleh sebab itu agar Catatan Keuangan kita lebih mudah dianalisa, kita harus memiliki;
1. catatan ASSET dan LIABILITY (Neraca).... dan
2. catatan INCOME dan EXPENSES (CASHFLOW / Arus-Kas).

Dengan memiliki catatan Asset dan Liability dan catatan Cashflow.... maka akan terlihat dengan jelas;
- darimana saja income kita diperoleh....(dari ASSET, hasilnya Income).
- kemana dan untuk apa saja pengeluaran kita....(untuk Liability, hasilnya Pengeluaran/kewajiban).
- apa saja HARTA kita yang menghasilkan (= ASSET)..... dan yang membebankan (= LIABILITY)....
- apa saja harta kita yang merupakan “potensi modal”....
- apa saja Liability kita yang dapat dipindahkan menjadi Asset....
Dsb.dsb.dsb....

JADI, pengertian “Melek Finansial” yang kedua adalah memiliki catatan Keuangan yang lengkap dan benar.... yaitu memiliki catatan Asset dan Liability dan catatan Cashflow (Income dan Expenses).

Catatan tsb tidak harus “bagus” (kelihatannya)..... yang penting “terlihat” dengan jelas posisi Asset, posisi Liability dan hubungan posisi tsb dengan catatan Income dan catatan Expenses/Pengeluaran.

Balik ke persoalan BAKMI.........
Dimana posisi bisnis BAKMI ini menurut anda.... di Asset atau di Liability....

Dimanapun posisinya.... keputusan ada di tangan anda sendiri....!!!


Nah.... BAGAIMANA catatan Keuangan saya sesuai dengan tulisan/keterangan tsb di atas....Huh?

Catatan Keuangan ketika masih bekerja (makan gaji – tahun 2002);

ASSET.....................|LIABILITY..............
------------------------------------------------
a.pekerjaan..............|a.Properti-1...........
b.deposito/reksadana.|b.Properti-2...........
..............................|c.Mobil-1..............
..............................|d.Mobil-2..............
..............................|e.Keluarga.............
..............................|e.dst.dst.dst..........


CASHFLOW:
INCOME.............|EXPENSES...........................
-------------------------------------------------------
a.gaji................|a.service-charge,listrik,air.......
b.interest...........|b.penjaga,listrik,air,kebersihan...
........................|c.BBM,maintenance..................
........................|d.BBM,maintenance,supir............
........................|e.sandang,pangan,pendidikan,dll....
........................|f.dst.dst.dst......................

Sumber income saya terdiri dari kuadran;
- E, saya bekerja, menerima gaji.
- S, tidak ada.... alias “nol”.
- B, tidak ada.... alias “nol”.
- I, saya punya deposito/reksana, menerima “interest”.

Catatan:
a. ternyata sumber income saya hanya 2 yaitu dari pekerjaan (hasilnya gaji) dan dari deposito/reksadana (hasilnya interest). HANYA INILAH ASSET SAYA (yang menghasilkan income/cashflow). Walaupun sebelum saya buat catatan ini saya tidak pernah memperhitungkan “interest” sebagai sumber income.

b. properti, mobil, dsb, yang sebelumnya saya anggap Harta..... ternyata memang harta.... tapi harta yang membebani.... harta yang menyebabkan saya harus mengeluarkan uang...... untuk service-charge, listrik, air, penjaga, kebersihan, BBM, maintenance dll.....
INI ADALAH HARTA YANG POSISINYA SEBAGAI LIABILITY.

c. income per bulan hanya 1x.... setelah itu out...out...out...out...
harus dijaga nich.... klo ga bisa “knock-out”...he...he...he...

d. ternyata modal saya tidak “nol”.... karena saya memiliki “potensi modal”.... yaitu harta saya.... baik yang diposisi Asset maupun (apalagi) yang diposisi Liability... baik yang “liquid” maupun yang tidak “liquid”....

Sebelum memiliki catatan tsb di atas.... klo mikir modal rasanya susah sekali... rasanya dunia ini “ga
fair”, “ga adil” kenapa saya ga dikasih modal.... kenapa cari modal susah sekali.... “ga fair”, “ga
adil”...
Karena dulu modal bagi saya adalah “selisih Income dengan Expenses”..... klo Incomenya 10jt, Expensesnya 9jt, jadi selisihnya 1jt (yang bisa dijadikan modal).... untuk ngumpulin modal 100jt.... berapa lama waktu yang diperlukan.... “ga fair”.... “ga adil”.... dunia ini kejam..... ini yang Kiyosaki sebut “rat race”..... he...he...he...

Catatan Keuangan tahun 2006 (saat ini);

ASSET..............|LIABILITY...........................
-------------------------------------------------
a.Yogen-1..........|a.xxxxxxxxxx........................
b.Yogen-2..........|b.xxxxxxxxxx........................
c.Alfamart-1.......|c.Mobil-1...........................
d.Alfamart-2.......|d.Mobil-2...........................
e.Rasuna-1.........|e.Keluarga..........................
d.Rasuna-2.........|f.Toko Grosir Jaket di MTA..........
........................|g.Counter voucher n hp di ITC M2....
........................|h.konsultan KEU dan Pajak...........
........................|h.dst.dst.dst.......................


CASHFLOW:
INCOME......................|EXPENSES..................................
-------------------------------------------------------------------
a.hasil-usaha Yogen-1...|a.xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx..............
b.hasil-usaha Yogen-2...|b.xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx..........
c.hasil-usaha Alfa-1......|c.BBM,maintenance.........................
d.hasil-usaha Alfa-2......|d.BBM,maintenance,supir...................
e.hasil-sewa Rasuna-1...|e.sandang,pangan,pendidikan,dll...........
d.hasil-sewa Rasuna-2...|f.pegawai toko Grosir Jaket di MTA........
.................................|g.pegawai Counter voucher n hp di ITC M2..
.................................|h.cicilan kredit modal kerja (Alfa-2).....
.................................|i.fee konsultan KEU dan Pajak.............
.................................|i.dst.dst.dst.............................


Sumber income saya terdiri dari kuadran;
- E, saya tidak punya... alias "nol".
- S, saya punya 2 waralaba Yogen Crepes (dan 2 toko).
- B, saya punya 2 waralaba Alfamart minimarket.
- I, saya punya 2 properti sewaan di Apartemen Taman Rasuna.

Catatan:
a. Properti yang dulu Liability, saya “pindahkan” menjadi Asset.... yang dulu membebani..... sekarang jadi memasukan uang ke dompet/pundi saya... yaitu dari hasil-sewa. Kedua properti tsb kemudian saya “leverage”.... hasilnya “hasil-usaha Alfa-2”.... yang lebih besar daripada kewajiban saya yaitu “cicilan kredit modal kerja (Alfa-2)”.... jadi Alfa-2 tetap Asset bagi saya bukan Liability.

b. Deposito/reksadana.... yang memang sudah sebagai Asset.... saya “pindahkan” menjadi Alfa-1.... yang memberikan cashflow lebih baik (masih tetap di posisi Asset).... dan lebih “afdol” dari hasil-usaha khan (daripada “interest).... tul ga...!!!

c. 2 unit usaha baru saya, yaitu toko di MTA dan ITC M2 masih sebagai Liability.... karena memang belum memberikan hasil-usaha. Saya berani “ambil” ini karena total cashflow yang saya terima SETIAP BULAN...... masih sanggup membiayai beban usaha ini.
– bayangkan klo kita belum mempunyai cashflow yang baik.... cuma punya 1 sumber income lagi..... lalu kita invest pada sesuatu yang masih Liability sifatnya..... atau sesuatu yang sifatnya masih “harapan”....
(hope you all get the point)....

d. sumber income yang dulunya hanya 2.... sekarang ada 6..... Income saat ini -+ 4 s/d 5x lebih baik dari 3
tahun yll.


MANFAAT LAIN dengan memiliki catatan Keuangan tsb adalah;

- Saya dapat menganalisa dengan jelas.... hubungan langsung antara
Asset =>> Income, dan
Liability =>> Expenses”.

+ Asset, hasilnya Income...
beli/invest di Asset, hasilnya Incomenya naik....
beli/invest di Asset lagi, hasilnya Incomenya naik.....
beli/invest di Asset lagi, hasilnya Incomenya tambah naik.......
beli/invest di Asset lagi, hasilnya Incomenya tambah naik lagi.......

+ Liability, hasilnya Expenses...
Menghilangkan Liability, hasilnya Expenses turun.... cashflow lebih baik.... tul ga...!!! Memindahkan Liability ke Asset, hasilnya tidak saja Expenses turun tapi juga Incomenya naik... cashflow-nya jauuuh lebih baik khan.... tul ga...!!!

Pernah denger/baca iklan;
“dijual properti... (buruan).... tinggal 20 unit..... harga akan naik 12pct dalam 3 hari lagi..... serah-terima bulan Juli 2008.... harga properti pasti naik.... ini adalah investasi yang paling menguntungkan.... tanpa DP.... cicilan “flat”.... dsb.dsb.dsb”.....Huh??

Klo saya beli properti tsb sekarang..... sudah pasti akan menjadi Liability (= Expenses/cash-out untuk membayar cicilan)..... minimal sampai dengan bulan Juli 2008.... iya klo ga mundur....
(you get the point...!!!).

Kata Kiyosaki bahwa “MIND-SET”:
+ Orang kaya adalah membangun Asset. Hasilnya, Incomenya naik.
+ Orang menengah adalah membangun Liability, yang dia kira (sebut) adalah Asset. Hasilnya, Expensesnya yang naik.
+ Orang miskin adalah mengontrol Expenses/Pengeluaran secara ketat agar tidak lebih besar daripada Income. (= “Rat race”).

- Karena “terlihat” dengan jelas “potret” Keuangan saya..... maka fokus saya sekarang adalah di Cashflow....
Fokus saya, bagaimana caranya agar investasi saya menjadi Asset, yang berakibat Income saya naik.....Huh?

Yang dimaksud dengan Income adalah pendapatan yang “sustainable”.... bulan ini, dapet.... bulan depan, dapet.... 2 bulan lagi, dapet.... 3 bulan lagi, dapet..... dst,dst,dst....
+ Apartemen Taman Rasuna adalah “sustainable” income.... selama tidak dijual....sepanjang ada penyewanya...
+ Alfamart, kerjasama selama 5 tahun..... ya “sustainable” selama 5 tahun....
+ Yogen Crepes, kerjasama selama 3 tahun.... ya “sustainable” selama 3 tahun...

Karena itu saya tidak terlalu berfokus (tidak “ngoyo”) pada suatu “job”/”obyekan”.... yang sekali dapet langsung “gede”.... klo dapet ga papa.... sich.... he...he...he...


OLEH SEBAB itu, dengan memiliki catatan tsb di atas.....
Saya, bukan hanya ingin memiliki catatan Keuangan yang “bagus” kelihatannya....
Saya, bukan hanya tau berapa banyak (potensi) modal yang dimiliki....
Saya, bukan hanya tau kemana/dari mana uang keluar/masuk....

Tapi MERUBAH MIND-SET saya dalam melihat dan merencanakan “potret” Keuangan saya secara “menyeluruh” dan jangka panjang.....

Ada yang tau...... kenapa ya..... “badan usaha resmi” (PT, CV, Firma, dsb,dsb,dsb).... WAJIB memiliki kedua catatan tsb....Huh??


PENUTUP....

Saya akan sharing pandangan saya dari sudut/point lainnya (dari point 1 dan 4 "Wealth Strategy ala Kiyosaki") pada tulisan/kesempatan yang lain.

1. memiliki "tujuan" ber-investasi, yaitu F/F = 3PI > Expenses.
4. Strategy ber-investasi, yaitu 3 kendaraan ber-investasi.

Oooo.... ya..... klo ada yang nanya....
klo saya harus menyewakan rumah saya trus harus sewa rumah yang lebih murah (agar menjadi Asset =>> Income).... klo saya harus menjual mobil saya (karena ini adalah Liability) trus pulang-balik kantor naik bis....
..... susah dong hidup saya.... ga happy.... ga enjoy....

Jawaban saya....
Ini bukan masalah “perasaan” (susah, senang, sedih, bahagia, gembira, dsb.dsb.dsb).... Ini adalah “potret” Keuangan kita..... “potret” finansial kita.... Jadi klo kita bisa melihat “potret” Keuangan kita.... tapi MIND-SET-nya tidak berubah.... maka “potret” ini tidak banyak manfaatnya.

KLO ada yang berkilah.....
Koq “Keluarga” diletakan sebagai Liability.....
Keluarga khan Asset kita yang tidak ternilai.....

Jawaban saya....
Jangan “rancu” antara masalah finansial dengan masalah sosial, agama, politik, dsb,dsb,dsb,...
Tulisan ini adalah masalah finansial semata...... masalah uang masuk darimana,......  uang keluar kemana.....
dan bagaimana mengatur dan merencanakannya.

Demikianlah, semoga tulisan ini menambah wawasan.... dan mohon koreksinya.

Salam,
budi_rachmat@yahoo.com

Catatan:
Silakan baca sharing pengalaman finansial saya di www.richdad.com =>> Community =>> Discussion Forums
=>> Asia Pacific =>> cari judul "Jakarta: the implementation of Kiyosaki's".

Logged
Pages: [1]
  Print  
 
Jump to: